iec image
NEWS & ARTICLE
2009-01-08
Corporate Social Responsibility - Harmonisasi Si Kumbang dan Si Kembang

Aku gembira setiap hari kumbang datang menghisap maduku sehingga esok pagi aku dapat mengeluarkan bunga baru dan kehidupan baru yang dapat memberikan aroma wangi segar di sekitarku. Tak terbayangkan oleh ku sekiranya tiada kumbang yang mampu meremukan mahkotaku,tentu tak akan ada keharuman sebagaimana yang engkau rasakan aroma wangiku saat ini dan tak ada pula kehidupan baru untuk ku esok hari. Terimakasih kumbang telah hadir dalam hidupku, kehadiran engkau merupakan salah satu takdir terindah ku.

Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan isu yang makin ramai diperbincangkanbelakangan ini baik di kalangan masyarakat umum, dunia bisnis dan pemerintah.Istilah CSR sering kali digunakan secara bergantian dengan istilah lainnyaseperti corporatecitizenship, corporate ethicsdan corporate sustainability . Konsep CSR menurutWorld Bank (Fox, Ward, and Howard 2002:1) merupakan komitmen sektor swastauntuk mendukung terciptanya pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development). Sedangkan World Business Council forSustainabilitymendefinisikan CSR sebagai komitmen bisnis untukberkontribusi dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan, bekerja dengan para karyawan perusahaan, keluarga karyawan, dan masyarakat setempat dalam rangkameningkatkan kualitas kehidupan. Bahkan CorporateSocial Responsibility(CSR) akan lebih tepat bila dipandang sebagaikemampuan perusahaan terhadap merespon segala hal untuk memperoleh hasil yangterbaik secara terintegrasi antara kepentingan shareholder danstakeholder yang didalamnya terkandung lingkunganalami dan lingkungan social, namun pada kenyataanya masih banyak kalangan yangmenganggap CSR sebagai beban yang mengganggu konsentrasi perusahaan untukmemaksimalkan shareholdervalue. Dunia bisnis kerap menganggap bahwa satu-satunya tanggung jawabmereka adalah terhadap pemilik saham. Namun demikian, meningkatnya dampaknegatif sepak terjang korporasi lokal maupun global terhadap kehidupan sosialdan lingkungan menjadi pemicu terhadap munculnya tuntutan akan akuntabilitasdan transparansi kegiatan korporasi. Melalui CSR perusahaan diharapkan mampumenyeimbangkan antara kebutuhan-kebutuhan atau sasaran-sasaran ekonomi,lingkungan dan sosial di mana pada saat yang bersamaan juga dapat memenuhikeinginan para shareholder dan juga stakeholdertersebut.

CSR merupakan kegiatan yang berkesinambungandan bukan hanya aksi karikatif yang dimaksudkan untuk menghindari tekanan daripihak lain misalnya masyarakat ataupun sebagai alat Public Relation untuk membentuk citra baik perusahaansemata. Ada beberapa hal yang dapat melatarbelakangi program CSR, Setidaknyabisa diidentifikasi tiga motif yaitu motif menjaga stabilitas sarana produksi,motif mematuhi legalitas, dan motif moral untuk memberikan pelayanan sosialpada masyarakat lokal.

Motif pertama yaitu menjaga stabilitas saranaproduksi berkaitan erat keberlanjutan dan keamanaan berbagai faktor produksiyang dapat menunjang keberlanjutan proses produksi. Sebagian besar perusahaanberada di suatu kawasan tertentu yang memiliki tingkat keamanan yangberfluktuatif. Sementara fasilitas produksinya terbentang dalam area yangsangat luas. Secara fisikal, kontrol terhadap infrastruktur tersebut tidakmudah. Hal ini sangat rentan dengan kemungkinan-kemungkinan terjadinya sabotaseoleh pihak yang merasa dirugikan oleh keberadaan perusahaan tersebut, baikkonflik fisik maupun konflik laten yang merupakan faktor potensial untukterjadinya kerusakan-kerusakan fasilitas produksi. Motif kedua yaitu motifmematuhi legalitas berkaitan erat dengan keharusan perusahaan mentaati segalaperaturan yang telah di tetapkan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupundaerah yang berkaitan erat dengan tata cara dan tata laksana pengoperasiansuatu usaha tertentu. Dengan demikian sangat mungkin perusahaan memasukanprogram CSR di dalam kerangka kerja perusahaannya. Motif ketiga yaitu motifmoral untuk memberikan pelayanan sosial pada masyarakat lokal dan lingkunganberkaitan erat dengan kesadaran perusahaan terhadap memenuhi komitmennya untukberkontribusi nyata terhadap lingkungan sekitar, motif moral ini seyogyanyaakan menjadi landasan mendasar dalam pelaksanaan program-program CSR.

Selain itu, CSR dapat dipandang sebagai asetstrategis dan kompetitif bagi perusahaan di tengah iklim bisnis yang makinsarat kompetisi ini. CSR dapat memberi banyak keuntungan yaitu:1)peningkatanprofitabilitas bagi perusahaan dan kinerja finansial yang lebihbaik. Banyak perusahaan-perusahaan besar setelah mengimplementasikan programCSR menunjukan keuntungan yang nyata terhadap peningkatan nilai saham. 2)menurunkan risiko benturan dengan komunitas masyarakat sekitar, karenasesungguhnya substansi keberadaan CSR adalah dalam rangka memperkuatkeberlanjutan perusahaan itu sendiri disebuah kawasan, dengan jalan membangunkerjasama antar stakeholder yang difasilitasi perusahaantersebut dengan menyusun program-program pengembangan masyarakat sekitar ataudalam pengertian kemampuan perusahaan untuk dapat beradaptasi denganlingkungannya, komunitas dan stakeholder yang terkait.3) mampu meningkatkanreputasi perusahaan yang dapat dipandang sebagai social marketing bagi perusahaan tersebut yang jugamerupakan bagian dari pembangunan citra perusahaan (corporate image building). Social Marketing akan dapat memberikan manfaatdalam pembentukan brand image suatu perusahaan dalamkaitannya dengan kemampuan perusahaan terhadap komitmen yang tinggi terhadaplingkungan selain memiliki produk yang berkualitas tinggi. Hal ini tentu sajaakan memberikan dampak positif terhadap volume unit produksi yang terserappasar yang akhirnya akan mendatangkan keuntungan yang besar terhadappeningkatan laba perusahaan. Kegiatan CSR yang diarahkan memperbaiki kontekskorporat inilah yang memungkinkan alignment antara manfaat sosial danbisnis yang muaranya untuk meraih keuntungan materi dan sosial dalam jangkapanjang.

CSR dapat dimulai dengan komitmen awal daripimpinan perusahaan, kemudian dilaksanakan analisa kondisi eksternal danpengaruhnya terhadap bisnis, mengkaji ulang struktur internal, strategi danrencana tindak yang berkaitan dengan program CSR, pelaksanaan CSR sampai dengantahap pengukuran dan pelaporan hasil program CSR. Kerangka kerja dan mekanismeprogram CSR seyogyanya bersifat spesifik dan berbasis pada kepentinganmasyarakat bukan hanya sekedar mewakili kepentingan perusahaan sehingga padaakhirnya kemandirian masyarakat dapat terwujud. Program bersifat elitis danditujukan hanya untuk kepentingan perusahaanan menimbulkan sinisme dankeengganan masyarakat untuk berpartisipasi. Diperlukan perubahan kerangkaberpikir baik oleh perusahaan, pemerintah dan lembaga lainnya untuk meletakkankepentingan masyarakat pada posisi sentral realisasi program.Keputusan-keputusan strategis baik pada aspek substansi maupun pilihanpendekatan harus didasarkan pada masalah yang dihadapi masyarakat.

Pada tahun 2000 sebuah survey yang dilakukanoleh Burson Marsteller mengindikasikan bahwa 42% dari responden percaya bahwatrack record dari CSR akan meningkatkan harga saham sebesar 89%. Tahun 2002Price Water House Cooper melakukan survey pada pemimpin bisnis dan sebanyak1200 respondent mengindikasikan bahwa seperempat daripadanya melakukan reportyang berkaitan dengan CSR yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

Author                                    :  Endang Kurniawan, S.Si, MT

Date                                    :  8 January 2009

Reference                  :  -



A report from the Montreal-based Commission for Environmental Cooperation (CEC), an international organization established by Canada, Mexico and the U.S. stated that simply constructing more energy-efficient buildings—and upgrading the insulation and windows in the existing ones—could save a whopping 1.7 billion tons annually. The chairman of CEC study, Jonathan Westeinde said that the application of green building concept is the cheapest, quickest, most significant way to make a dent in greenhouse gas emissions.

Based on those studies, Jakarta should be able to further contribute on the reduction of greenhouse gas emissions. The application of green building concept in Jakarta is the strategic role that can be done by Jakarta to reduce greenhouse gas emissions cheaply, quickly and significantly.

Reference
_____. 2012. Green Buildings: Cutting Jakarta’s Greenhouse Gases. https://www.wbginvestmentclimate.org/uploads/Telling the story - green building.pdf
A.K., Rintulebda. 9 November 2012. Green Building Solusi Global Warming. http://www.undip.ac.id/index.php/arsip-berita-undip/78-latest-news/2068-green-building-solusi-global-warming
Biello, David. 17 Maret 2008. Green Buildings May Be Cheapest Way to Slow Global Warming. http://www.scientificamerican.com/article.cfm?id=green-buildings-may-be-cheapest-way-to-slow-global-warming
Erawan, Anto. 28 Juni 2012. ‘Green Property Adalah Keharusan'. http://www.rumah.com/berita-properti/2012/6/1250/-green-property-adalah-keharusan- 
Erawan, Anto. 28 Juni 2012. Ternyata Indonesia Baru Punya Dua Green Building. http://www.rumah.com/berita-properti/2012/6/1244/ternyata-indonesia-baru-punya-dua-green-building 
Latief, M. 9 September 2011. Indonesia Harus Adopsi Standar "Green Building" Internasional.
http://properti.kompas.com/read/2011/09/09/17102532/ Indonesia.Harus.Adopsi.Standar.Green.Building.Internasional
Ririh, Natalia. 17 Februari 2011. Saatnya Pengelola Gedung Beralih ke "Green Building".
http://properti.kompas.com/read/2011/02/17/21153667/Saatnya Pengelola Gedung Beralih ke Green Building.
Ririh, Natalia. 25 Februari 2012. Gedung Pemerintah Jadi Contoh Green Building. 
http://properti.kompas.com/read/2011/02/25/11325547/Gedung Pemerintah Jadi Contoh Green Building
Susanto, Ichwan. 12 Agustus 2011. Sertifikasi Green Building Diluncurkan. 
http://properti.kompas.com/read/2011/08/12/13300934/Sertifikasi Green Building Diluncurkan
iec image   PREVIOUS  |  NEXT   iec image