iec image
NEWS & ARTICLE
2014-11-24

Majalah Tambang "The Indonesia Energy & Mining Magazine" Volume 9 No.113/November 2014

Tak banyak pelaku usaha yang mengetahui jika kelestarian lingkungan dapatmeningkatkan profit dan reputasi sebuah perusahaan. Tambang adalah salah satu jenis usaha yang masih dianggap sebagai kegiatan usaha perusak lingkungan, padahal tidak semua perusahaan tambang melakukan perusakan lingkungan. Sebab banyak pelaku usaha tambang yang menjalankan pedoman tata cara penambangan yang baik.

Kegiatan usaha pertambangan, lanjut Kurniawan,merupakan kegiatan usaha yang memiliki investasi yang cukup besar dengan resiko yang tinggi, walaupun banyak pelaku usaha pertambangan yang telah menerapkan tata kelola tambang yang baik, namun tingkat kecelakaan kerja atau kelalaian akibat kecerobohan pekerja dapat menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi pelaku usaha tambang. Dirinya mencontohkan, kegiatan penambangan batu bara dapat menimbulkanspontaneous combustion atau kebakaran mendadak pada tumpukan batu bara akibat kelalaian. Bukan hanya pelaku usaha yang rugi, namun lingkungan sekitar lokasi operasional pun mengalami kerugian akibat terjadinya pencemaran lingkungan. Akibatnya, pelaku usaha menanggung kerugian yang disebabkan oleh kelalaian tersebut.

Untuk membantu pelaku usaha pertambangan,lanjut Kurniawan, IEC siap memberikan kontribusi dengan menawarkan konsep program  ‘The Real Green Company’. Kurniawan menjelaskan, The Real Green Company merupakan sebuah sistem perusahaan dengan manajemen yang secara sadar meletakkan pertimbangan perlindungan dan pembangunan lingkungan, serta keselamatan dan kesehatan ‘stakeholder’ dalam setiap mengambil keputusan bisnisnya.

Menurut Kurniawan, ciri dari sebuah The Real Green Company adalah perusahaan selalu menempatkan empat komponen utama dalam membuat keputusan atau program dasar pada perusahaan tersebut. Adapun empat komponen utama ini adalah Green Strategy, Green Product, Green Operation dan Green Attitude.Di mana resultante empat komponen utama tersebut pada akhirnya akan menghasilkan kinerja ‘environment, Health, safety and sustainability’ yang memadai dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku dalam dunia bisnis,kehidupan bernegara dan masyarakat.

Untuk merealisasikannya, lanjut Kurniawan,pelaku usaha wajib memetakan ruang lingkup usahanya. Sebab itu pelaku usaha mesti melakukan evaluasi dan membuat desain konsep dan strategi dengan mengacu pada core business dan valueyang dikembangkan untuk menunjangvisi dan misi perusahaan yang juga di dukung oleh kerangka kerja dan panduan pelaksanaan selama lima tahun ke depan.

Dengan melakukan hal tersebut, lanjut Kurniawan, maka pelaku usaha tambang dapat menjaga lingkungan sertameningkatkan profit dan reputasinya, kareana dengan menggunakan konsep dan strategi yangmengacu pada core business dan value perusahaan, pelaku usaha dapat melakukan evaluasi terhadap seluruh pemakaian energi, baik itu listrik maupun bahan bakar,sehingga pelaku usaha dapat melakukan penghematan pengeluaran hingga 24% sampai50%. Tidak itu saja, pelaku usaha juga dapat menekan emisi CO2 yang akanmeningkatkan reputasinya sebagai perusahaan yang peduli terhadap lingkungan.Selain itu, pelaku usaha juga dapat menekan waterusage hingga 40% dan solid waste hingga 70%.

iec image   PREVIOUS  |  NEXT   iec image