iec image
NEWS & ARTICLE
2009-01-08
Biosurfactan Mediated Enhanced Oil Recovery
Ketergantungan dunia pada minyak bumi dan pertumbuhanpermintaan dunia diduga akan terus menyebabkan kenaikan harga sumber energiutama dunia ini. Diperkirakan permintaan minyak dunia akan naik dari tingkat 84juta barrel per hari saat ini menjadi 99 juta barrel per hari pada tahun 2015 dan 116 juta barrel per hari padatahun 2030. Sementara itu, penemuan minyak baru jauh lebih lambat daripadakebutuhan minyak dunia

Kurangnya pasokan minyak dunia dan semakinmahalnya biaya untuk menemukan, mengambil, dan melakukan penyulingan (refining)minyak akan membuat ketergantungan pada bahan bakar minyak menjadi mahal bagiekonomi.Pertumbuhan permintaan minyak tidak diimbangi dengan peningkatanpasokan minyak karena produksi minyak konvensional mungkin telah atau segeramencapai puncaknya. Akibatnya, teori pasokan dan permintaan sederhana akanmenyetarakan pasokan dan permintaan dengan harga yang lebih tinggi. Selain itu,ketegangan di Timur Tengah, daerah produsen minyak utama, menambah risikopasokan minyak dan tentunya juga harga minyak.

Pada era 70 hingga 90an Indonesia merupakansalah satu negara yang mempunyai produksi minyak bumi cukup besar. Puncakproduksi minyak bumi terjadi pada tahun 1977 dengan jumlah produksi mencapaisekitar 1,60 juta barel per hari dan tahun 1995 dengan jumlah produksi 1,62juta barel per hari. Setelah periode tersebut, lambat laun produksi minyak bumimengalami penurunan secara alami hingga mencapai kisaran penurunan antara 5hingga 15 % per tahun dari total produksi yang ada. Semenjak harga minyakmengalami krisis pada tahun 1998, kegiatan dan pengeluaran biaya eksplorasi danproduksi saat itu menurun secara drastis sehingga produksi minyak bumimengalami penurunan secara alami. Pada saat ini target APBN tahun 2004 produksiminyak bumi Indonesia adalah 1 juta 72 ribu barel/hari. Tantangan target initidak ringan, sehingga terus dilakukan upaya-upaya penambahan produksi untukmencapai target tersebut, disamping dilakukannya kegiatan eksplorasi dilapangan-lapangan baru di daerah Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Jambi,Riau, dan daerah lainnya.

Di Indonesia terdapat 60 cekungan hidrokarbondimana 22 cekungan belum di eksplorasi serta 38 cekungan telah dieksplorasi (15 produksi, 11 belum produksi dan 12 belum terbukti). Cadangan minyak bumiIndonesia cenderung menurun secara alami dan pada saat ini jumlah cadangan yangada mencapai 8,3 milyar barel (4,3 milyar barel terbukti dan 4 milyar barelpotensial) atau dapat diproduksi untuk waktu 20 tahun. Sedangkan jumlahcadangan gas bumi Indonesia yang terbukti dan potensi mengalami kenaikan denganditemukannya lapangan-lapangan baru selama 2 tahun terakhir ini dan pada saatini jumlah cadangan yang ada mencapai 185,6 triliun kaki kubik (95,1 TCFterbukti dan 90,5 TCF potensial) atau dapat diproduksi untuk waktu 64 tahun.

Cadanganminyak bumi Indonesia cenderung menurun secara alami dan pada saat ini jumlahcadangan yang ada mencapai 8,3 milyar barel yang terdiri atas : 4,3 milyarbarel terbukti dan 4 milyar barel potensial. Jumlah cadangan ini dapatdiproduksi untuk jangka waktu 20 tahun. Sebagian besar cadangan minyak bumiIndonesia masih tersebar di 

bagian Indonesia bagian barat, terutama diPulau Jawa dan Sumatera. Sedangkan potensi wilayah Indonesia bagian timur belumbanyak ditemukan cadangan baru, terutama di daerah terpencil dan laut dalam.

Produksi minyak bumi sebagian besar berasaldari sumur-sumur tua dimana dari tahun ke tahun mengalami penurunan secaraalami mencapai 15 % dari total produksi. Namun dengan usaha-usaha optimalisasilapangan-lapangan yang ada melalui EOR, Steam flood dan pengembanganlapangan-lapangan baru , penurunan produksi tersebut masih dapat ditahan pada6,7% per tahun. Dengan EOR (tertiary recovery) jumlah minyak yang berhasildiekstrak dari ladang minyak mencapai 30-60% dibandingkan 20-40% denganmenggunakan primary dan secondary recovery.

Ada beberapa usaha yang dilakukan untukmempertahankan laju produksi minyak seperti 1) Metode Water injection atau bisajuga disebut Water Flooding yaitu penggunaan injeksi air. Metode ini digunakanuntuk mengisi hilangnya tekanan akibat terproduksinya minyak. Air dimasukkandalam reservoir kemudian air akan menekan minyak keatas sehingga memudahkandalam pemompaan serta memperpanjang umur dari reservoir itu sendiri. 2) MetodeGas injection yaitu metode yang paling sering digunakan dalam EOR. Dalam metodaini, gas-gas seperti karbon dioksida, gas alam atau nitrogen diinjeksikankedalam reservoir sehingga akan menekan minyak kedalam sumur produksi. Selainitu gas-gas yang diinjeksikan akan terdispersi kedalam minyak mampu menurunkankekentalan minyak sehingga menjadi mudah dalam pemompaannya. Dalam aplikasinya,lebih dari setengah sampai dua pertiga dari gas yang diinjeksikan akan keluarbersama minyak recovery yang umumnya, gas tersebut akan diinjeksikan kembalikedalam reservoir untuk meminimalkan biaya operasi. 3) Metode Reducing residualoil saturation, SOR (alcohol, polymers, surfactants injection), yaitupenggunaan bahan kimia tertentu seperti surfactant, polymer dan lainnya yangdiinjeksikan ke dalam reservoir dengan tujuan untuk meningkatkan perolehanminyak dengan cara merubah sifat sifat batuan ataupun sifat-sifat fluida(minyak) dalam reservoir. 4) Metode Thermal: steam injection (to heating of thereservoir to lower the viscosity). Teknik ini mirip dengan teknik Waterfloodyaitu dengan tujuan untuk mengarahkan, mendorong, atau menyapu minyak agarmenuju atau mendekati sumur produksi. Steam diinjeksikan pada bagian atasreservoir dengan tujuan untuk menurunkan viscositas dari bitumen sehinggasecara gravitasi minyak akan terdorong menuju sumur produksi

Berbeda dengan metode-metode yang disebutkandiatas, biosurfactant mediated enhanced oil recovery menawarkan beberapakelebihan diantara teknik-teknik yang ada. Kelebihan penggunaan metode inidalam proses EOR antara lain: 1) Merupakan senyawa aktif permukaan alami yangdihasilkan oleh berbagai mikroorganisme. 2) Merupakan “Water-BasedSurfactant”yang berbeda dengan oil-based syntetic surfactant lainnya dimana penggunaanbiosurfactant akan mempermudah dalam proses de-emulsifikasi minyak dengansurfactant yang diinjeksikan kedalamreservoir. 3) Mampu diproduksi secara masal dengan menggunakan bahan baku yangterbarukan sehingga menjadi lebih kompetitif ditinjau dari segi ekonomidibandingkan dengan penggunaan surfactant sintetis yang mahal harganya. 4)Lebih ramah terhadap lingkungan karena diproduksi secara alami olehmikroorganisme. 5) Kompatibilitas terhadap lingkungan yang tinggi karenatingkat toksisitas dari biosurfactant yang sangat rendah dibandingkan dengansurfactant sintetis. Untuk itu, upaya recovery minyak dari sumur-sumur tuadengan metode Biosurfactant-Mediated EOR menjadi salah satu alternatif yanglebih ramah terhadap lingkungan.

Author                                    :  Qomarudin Helmy, S.Si, MT

Date                                    :  8 January 2009

iec image   PREVIOUS  |  NEXT   iec image