iec image
NEWS & ARTICLE
2013-05-01
Geothermal: Jawaban Kebutuhan Energi Indonesia

Indonesia merupakan negara dengankonsumsi energi yang cukup tinggi di dunia. Berdasarkan data DirektoratJenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan konsumsi energi Indonesia mencapai 7% pertahun. Angka tersebut berada di atas pertumbuhan konsumsi energi dunia yaitu2,6% per tahun.

Indonesia merupakan salah satunegara dengan pertumbuhan konsumsi energi cukup tinggi di dunia, denganpertumbuhan konsumsi energi 7% per tahun. Konsumsi energi Indonesia tersebutterbagi untuk sektor industri (50%), transportasi (34%), rumah tangga (12%) dankomersial (4%) (ESDM, 2012).

Konsumsi energi Indonesia yangcukup tinggi tersebut hampir 95% dipenuhi dari bahan bakar fosil. Dari totaltersebut, hampir 50%-nya merupakan Bahan Bakar Minyak (BBM). Konsumsi BBM yangcukup tinggi ini menjadi masalah bagi Indonesia. Sebagai sumber energi takterbarukan, cadangan BBM Indonesia sangat terbatas. Saat ini, Indonesia hanyamemiliki cadangan terbukti minyak 3,7 miliar barel atau 0,3% dari cadanganterbukti dunia.

 

Di seluruh dunia, minyak bumijuga menjadi sumber kebutuhan energi utama yaitu mencapai 36,7% dari totalkonsumsi energi, atau setara dengan 3.767,1 juta ton minyak. Sementara batubara dan gas alam menjadi sumber bagi kebutuhan energi dunia terbesar kedua danketiga sebesar masing-masing 27,2% dan 23,7% (2004).

Menurut Sekretaris DirektoratJenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Sesditjen EBTKE)Djadjang Sukarna (2012), dengan potensi cadangan energi fosil yang sudahterbatas dan semakin menipis, pemenuhan kebutuhan energi akan menghadapikendala yang besar. Bahkan menurut prediksinya, tahun 2030 Indonesia akanmenjadi nett importer energi.

 Cita-cita Menjadi Negara Maju vs Keterbatasan Sumber Energi Fosil

Keterbatasan sumber energi takterbarukan yang selama ini masih menjadi sumber energi utama menjadi tantanganbagi Indonesia untuk menjadi negara maju. Sebagai salah satu indikator negaramaju, Indonesia harus meningkatkan konsumsi energinya. Konsumsi energi tersebuttermasuk untuk elektrifikasi yang saat ini rasionya baru mencapai 73% diseluruh Indonesia.

 

Menurut Harm J de Blij, salah satuindikator yang membedakan negara berkembang dengan negara maju adalahpenggunaan energi per orang. Semakin tinggi penggunaan energinya, semakin majunegara tersebut. Menghadapi keterbatasan sumber energi berupa minyak, menghematenergi merupakan langkah cerdas. Namun demikian, tidak dapat pula dipungkiribahwa konsumsi energi tetap harus ditingkatkan seiring dengan meningkatnyapertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menghadapi tantangan cadangansumber daya fosil yang semakin menipis, menghemat energi merupakan langkahcerdas. Namun demikian, peningkatan konsumsi energi sebagai indikator kemajuanekonomi Indonesia tetap harus difasilitasi dengan keberadaan sumber energi yangmendukung. Menghadapi tantangan tersebut, Indonesia perlu memperluaspemanfaatan sumber energi lain untuk menggantikan pemakaian energi fosil.

Sumber Energi Terbarukan Menggantikan Sumber Energi Fosil

Indonesia bukanlah negara yangkaya minyak. Pemakaiannya yang mengambil porsi terbesar sebagai sumber energi,menjadikan cadangan minyak Indonesia semakin menipis. Dibandingkan minyak,Indonesia masih memiliki cadangan sumber daya lain yang lebih besar sebagaisumber energi, seperti batu bara, gas, panas bumi (geothermal), air, dan angin. 

Diantara sumber energi tersebut,panas bumi (geothermal) merupakan sumber energi yang sangat potensial danmerupakan sumber energi yang dapat diperbarui. Menurut beberapa laporanpenelitian, energi geothermal adalah salah satu dari beberapa sumber energiterbarukan yang bisa menyediakan listrik secara kontinu dengan dampak negatifyang kecil terhadap lingkungan. Sumber energi ini juga tidak mengemisikan gasrumah kaca yang berdampak pada global warming. Pembangkit energi geothermaltidak membutuhkan bahan bakar untuk menghasilkan listrik sehingga level emisinyasangat rendah. Energi geothermal memiliki potensi melengkapi energi terbarukanlainnya seperti panas surya, energi angin, dan air.

Di seluruh dunia, pemakaiangeothermal sebagai sumber energi mulai meningkat signifikan sebagai penggantisumber daya tak terbarukan yang cadangannya semakin menipis. Menurut penelitiGeo-Heat Center Oregon Institute of Technology, Amerika Serikat, energigeothermal telah menghasilkan listrik 3.000 MW selama satu dasawarsa terakhirdan telah digunakan oleh sedikitnya 27 negara di dunia. Energi geothermal inidiyakini sebagai energi yang sangat terjangkau, bisa diandalkan dan sangatramah lingkungan, seiring dengan makin menipisnya cadangan bahan bakar fosildunia.

Indonesia sendiri masih memilikicadangan geothermal yang sangat besar. Indonesia diketahui mempunyai potensisumber daya geothermal lebih dari 28.100 MW atau mencapai 40% potensi dunia.Selama ini, baru sekitar 4,3% dari potensi tersebut yang telah dimanfaatkan.Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, 22% daripotensi tersebut atau sekitar 6.096 MW berada di Jawa Barat.

Pemanfaatan energi geothermalsebagai sumber energi terbarukan yang bisa menghasilkan listrik di Indonesiasaat ini dapat dikatakan masih rendah. Pemanfaatan geothermal sebagai energiterbarukan di Indonesia baru berkisar 1.100 MW, peringkat ketiga di bawahFilipina (2.000 MW) dan Amerika Serikat (4.000 MW). Diantara pemakaian energigeothermal di Indonesia saat ini adalah sebesar 1.000 MW untuk sistemkelistrikan Jawa Bali. Adapun total dari sistem kelistrikan di wilayah JawaBali tersebut adalah 28.000 MW.

Pemanfaatan energi geothermalditargetkan mencapai 9.500 MW pada tahun 2025 mendatang. Sekitar 5% dari totalkebutuhan energi nasional nantinya akan dipenuhi melalui pemanfaatan energigeothermal yang dieksplorasi secara ramah lingkungan. Guna mencapai targettersebut, Pemerintah melalui Program Percepatan Energi 10.000 MW menargetkantambahan 4.000 MW dari energi geothermal hingga akhir 2015.

Geothermal Sebagai Pilihan Sumber Energi Terbarukan

Pemanfaatan geothermal sebagaisumber energi terbarukan jelas perlu didorong untuk mendukung kebutuhan energidi Indonesia yang akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi.Pengembangan energi geothermal diharapkan dapat dioptimalkan demi menggantikansumber energi fosil yang cadangannya semakin menipis. Dengan demikian,Indonesia dapat tetap mewujudkan cita-citanya menjadi negara maju dengankonsumsi energi yang besar, tanpa terhalang hambatan ketersediaan sumber energifosil yang semakin menipis.

Author                                : Gita Lestari, ST

Date                                   :  -

Picture Source     : scoop.it

Reference                          : 

Astria, Riendy. 11 Juni 2012. Konsumsi Energi – Indonesia Negara yangBoros Energi. http://www.bisnis.com/articles/konsumsi-energi-indonesia-negara-yang-boros-energi.(23 Januari 2013)

Wahyudi, Albi. 6 Oktober 2012. Indonesia Masih Tergantung Pada Energi Fosil.http://jaringnews.com/ekonomi/sektor-riil/24739/indonesia-masih-tergantung-pada-energi-fosil.  (23 Januari 2013)

Mamka.(November 2011). Indikator Negara Majudan Berkembang. http:mamka-blog.blogspot.com/2011/11/indikator-negara-maju-dan-berkembang.html

Partowodagdo,Widjajono. 21 Maret 2012. Saatnya Indonesia Tinggalkan BBM. http:www.investor.co.id/home/saatnya-indonesia-tinggalkan-bbm/32426(23 Januari 2013)

FT.23 November 2012. Potensi Energi Baru Terbarukan Indonesia Cukup Untuk 100Tahun. http:www.esdm.go.id/news-archives/323-energi-baru-dan-terbarukan/6071-potensi-energi-baru-terbarukan-indonesia-cukup-untuk-100-tahun-.html.(23 Januari 2013)

REP.19 September 2012. Penggunaan Konsumsi Listrik di Indonesia. http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2012/09/19/geothermal-energy-494532.html.(23 Januari 2013)

Burhanuddin,Andi Iqbal. 4 Mei 2010. Geothermal, Energi Ramah Lingkungan. http:metronews.fajar.co.id/read/91131/19/index.php.(23 Januari 2013)

Prakosa,Giri. 16 Januari 2013. Jero: 22% Potensi Geothermal Ada di Jabar. http:ekbis.sindonews.com/read/2013/01/16/34/707875/jero-22-potensi-geothermal-ada-di-jabar.(23 Januari 2013)

Kbc11.18 Januari 2013. 1.000 MW Listrik Jawa – Bali Dihasilkan dari Panas Bumi. http://www.kabarbisnis.com/read/2836024.(18 Januari 2013)

Prakosa,Giri. 18 Januari 2013. 1.000 MW Listrik Jawa – Bali dari Panas Bumi. http:ekbis.sindonews.com/read/2013/01/18/34/708837/1-000-mw-listrik-jawa-bali-dari-panas-bumi.(18 Januari 2013)

iec image   PREVIOUS  |  NEXT   iec image